Tanya:
Klinik Ngeriwikngeplong
yang terhormat, mohon pencerahannya, Murai Batu (MB) saya selama ini ngeluarin
muntah hitam bulat kenyal seperti sampah jankrik dan nafas sering bunyi
ngek-ngek kayak orang bengek itu kenapa ya?
Padahal Murai
Batu saya tetap ngeplong dan kelihatan bugar. Adakah obat atau teknik untuk
mengatasi masalah pencernaan dan pernafasan tersebut?
Syahputra, Lampung
Jawab:
Murai Batu
mengeluarkan muntahan berupa gumpalan adalah hal wajar. Itu merupakan prose
salami burung terhadap makanan yang dimakannya tidak mampu dicerna. Terkait
warna, biasanya mengikuti apa yang dimakan. Jika berwarna hitam merupakan ampas
dari jangkrik yang dimakan, sementara warna lainnya mengikuti warna voer yang
dia makan.
Kalau permasalahan
pernafasan memang kompleks penyebabnya, manusia saja yang organ tubuhnya besar
sulit mengidentifikasi bagian mana yang menjadi penyebab gangguan pernafasan,
apakagi burung yang berorgan kecil dan sangat rentan.
Jika
berbicara asma, jelas ini faktor keturunan bukan penyakit yang tiba-tiba
mewabah ke burung kesayangan kita. Jadi kalau sekarang kita bicara asma pada
burung, berarti penyakit itu dibawa sejak piyikan atau anakan, dan baru
sekarang kambuhnya.
Penyebabnya
bermacam-macam, contoh paling umum karena kontak dengan alergen seperti udara
yang terpolusi, pakan dan air minum yg tidak lagi steril di saat kondisi
kesehatan dan sistem imun burung yang menurun biasanya di saat itulah asma
kambuh. Ini biasanya identik dengan radang organ dalam pernafasan.
Pengobatannya dengan memulihkan organ yang meradang akibat infeksi tersebut dengan menggunakan antibiotik. A-Z berbagai jenis antibiotik ada kok, salah satunya produk Ebod. Ya dicoba aja dulu beli di kios burung, lalu ingat intinya asma kita tidak tahu alergennya apa. Sebaiknya burung dipindah sangkar selama pengobatan, seluruh atribut sangkar seperti sangkar, cepuk, tangkringan, krodong distrelisasi dengan antiseptik.
Ibarat kita
sakit kan diopname tuh, jadi burung kita andaikan saja juga diopname. Dikasih
ruang yang tenang, diberi obat, dan so pasti diinfus (diberi suplemen
multivitamin + air larutan penyegar).
Tapi perlu dicatat, kapan saja penyakit itu bisa kambuh, habitat burung beda dengan habitat kita yang tingkat polusinya tinggi, terutama daerah perkotaan dan perumahan yang dekat dengan kawasan perindustrian.
Tapi perlu dicatat, kapan saja penyakit itu bisa kambuh, habitat burung beda dengan habitat kita yang tingkat polusinya tinggi, terutama daerah perkotaan dan perumahan yang dekat dengan kawasan perindustrian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar